oleh

Batik, Sejarah Dan Keberadaannya Di Masyarakat

Sejarah dan Keberadaan Batik

Batik merupakan salah satu dari kebudayaan Indonesia yang berupa kain yang bermotif atau bergambar yang di buat dengan teknik rintang warna.

Bahan perintang yang di gunakan adalah malam (lilin), teknik rintang warna ini di lakukan dengan cara menorehkan malam panas menggunakan canting pada kain untuk menggambar.

Bagian yang di tutup malam ini pada saat proses pewarnaan tidak akan terkena warna, sehingga pada saat di lorod bagian ini tetap berwarna putih dan membentuk motif pada kain batik.

Pada dasarnya, batik merupakan seni lukis yang menggunakan canting sebagai alat untuk melukisnya.

Canting sendiri merupakan sebuah alat berbentuk mangkuk kecil yang terbuat dari tembaga dan memiliki carat dengan tangkai dari bambu yang dapat di isi malam sebagai bahan untuk melukis canting ini dapat membuat kumpulan garis, titik yang pada akhirnya membentuk pola-pola.

Pola-pola inilah yang kemudian menjadi ragam hias dalam kesenian batik, membatik telah di wariskan secara turun-temurun hingga saat ini, dengan pola tradisional ini, sejak dahulu masyarakat menuangkan imajinasi melalui gambar pada batik.

Masyarakat juga telah mengenal seni pewarnaan tradisional dengan bahan-bahan alami sebelum mengenal pewarnaan dengan bahan kimia.

Batik ialah suatu kegiatan yang berawal dari menggambar suatu bentuk misalnya ragam hias diatas sehelai kain dengan menggunakan malam (lilin) batik, kemudian di teruskan dengan pemberian warna.

Batik merupakan salah satu cara pembuatan bahan pakaian, selain batik bisa mengacu pada dua hal, yaitu :

1. Teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini di kenal sebagai waxresist dyeing.

2. Kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia sebagai keseluruhan dari teknik, teknologi dan pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah di tetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangiable Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.

Baca :  Penggunaan Pewarna Alami Daun Sirih Gading Pada Kombinasi Batik Tulis Dan Teknik Jumputan

Batik adalah hasil karya kerajinan tangan masyarakat Indonesia yang sudah berumur ratusan tahun, beberapa referensi buku mengatakan, bahwa seni batik sudah di kenal sejak nenek moyang kita pada abad 16 M.

Kerajinan batik merupakan karya yang di tuangkan dalam selembar kain yang di buat dengan cara di batik menggunakan malam (lilin), kemudian di proses menjadi lembaran kain yang mempunyai corak khas.

Karena batik merupakan hasil kerajinan tangan, maka hampir seluruh proses pembuatannya secara tradisional.

Kain batik sudah dikenal sejak zaman kerajaan-kerajaan tempo dahulu, hal ini bisa di lihat dari pakaian para raja atau petinggi kerajaan yang selalu menggunakan kain batik sebagai pakaian kebesarannya.

Setiap acara kebesaran ketika menghadap raja, para permaisuri, patih, para bangsawan dan para petinggi kerajaan akan menggunakan pakaian resmi, yaitu jarik yang terbuat dari batik. Kain batik juga dipakai oleh para abdi dalem kerajaan yang selalu berpakaian beskap yaitu pakaian tradisional Jawa dengan mengenakan jarik, baju beskap dan blangkon.

Jadi batik mempunyai sejarah yang panjang di bumi Nusantara ini, di masa sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, batik tumbuh subur sebagai hasil kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi.

Kain batik saat ini di pakai sebagai lambang status sosial bagi pemakainya, pada saat itu, kain batik hanya di pakai sebagai bahan untuk jarik, yang di pakai oleh para ibu dan bapak yang menggunakan beskap.

Batik saat itu juga di pakai oleh ibu sebagai selendang dalam melengkapi pakaian kebayanya sekaligus alat untuk menggendong.

Pada saat itu orang yang menggunakan kain batik dalam berpakaian akan menunjukkan status sosial yang tinggi di dalam masyarakat, banyak ibu mempunyai banyak kain batik dan menganggapnya sebagai barang berharga.

Baca :  Teknik Batik Colet

Kain batik bisa di gunakan untuk jaminan pinjaman uang, karena batik mempunyai nilai jual atau komersil yang cukup tinggi, kain batik merupakan pakaian kebesaran yang di pakai oleh raja dan para bangsawan, masyarakat memandang bahwa orang yang bisa mempunyai atau memakai kain batik akan di pandang mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat.

Oleh karena itu banyak masyarakat, terutama ibu-ibu berusaha memiliki kain batik, kain batik yang mempunyai nilai tinggi adalah kain batik tulis, yaitu kain batik yang seluruh proses pembuatannya memakai coretan atau tulisan tangan manusia.

Dengan demikian batik adalah salah satu kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia, khususnya masyarakat Jawa sejak zaman dahulu.

Para wanita Jawa pada masa lalu menjadikan keterampilan membatik sebagai mata pencaharian dan menjadi pekerjaan, wanita yang bisa membatik akan sangat di hargai oleh masyarakat, setelah adanya batik cap maka pekerjaan ini kemudian di masuki oleh kaum pria dengan keahlian ngecap batik.

Meski demikian, kaum perempuan masih tetap mengerjakan batik karena batik tulis masih menjadi hasil karya yang di hargai oleh sebagian besar kaum masyarakat, namun yang berada di daerah pesisir selain kaum wanita yang bekerja sebagai pembatik, juga beberapa kaum pria mengerjakan membatik, tetapi hanya untuk motif tertentu saja, seperti motif Mega Mendung dari Cirebon.

Kerajinan membatik sebagian besar merupakan usaha yang telah di lakukan secara turun-temurun, di mana keluarga yang telah mempunyai usaha batik akan mewariskan usaha kepada anak-anaknya, maka para pengusaha batik yang berada di beberapa daerah terkadang melakukan pertalian hubungan di antara mereka para pengusaha batik.

Baca :  Sekilas Sejarah Batik Dunia Dan Indonesia

Tradisi membatik merupakan tradisi turun-temurun, kita dapat mengenal dari mana motif suatu batik berasal, pengrajin batik biasanya juga membuat kain batik dengan corak tertentu yang dapat menunjukkan status sosial bagi pemakainya.

Pada zaman dahulu, beberapa motif batik tradisional hanya di pakai oleh keluarga Keraton Surakarta dan Yogyakarta, sedangkan kalangan masyarakat biasa tidak boleh mengenakan motif tersebut.

Namun seiring perkembangan zaman, hal tersebut sudah tidak berlaku lagi, beberapa kota yang pada waktu itu menjadi sentra pembuatan batik adalah Solo, Yogya dan Pekalongan.

Kain batik yang pada mulanya hanya berbentuk batik untuk kebaya dan selendang, tetapi lama-kelamaan di kembangkan menjadi bahan baju, pakaian wanita dan lain-lain.

Saat ini kain batik sudah menjadi pakaian resmi dalam tata berpakaian nasional, batik adalah hasil kerajinan tangan yang rumit, harganya pun menjadi mahal.

Untuk membuat pakaian dari bahan kain batik memerlukan biaya yang cukup tinggi, padahal keinginan masyarakat untuk memakai pakaian batik sangat tinggi, oleh karena itu di buatlah kain batik cap dan kain yang bermotif batik.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru