oleh

Desain Batik Etnis Melayu

Alat membatik melayu :

Peralatan yang di gunakan : canting cap, canting tulis, wajan, kompor, Loyang cap, meja cap, gawangan meja gambar kertas serak, timbangan zat warna kapasitas 500 gr, pengaduk kaca, beker glas, gelas ukur ember plastik, bak celup, kenceng, kuas, alat colet.

Tahap Pelaksanaan membatik :

Perekayasaan desain batik etnis Melayu di laksanakan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut :

1. Tahap Perancangan Prototip Desain.
Pendekatan desain merupakan diversifikasi dari unsur motif yang sudah ada dan pendekatan desain merupakan modifikasi, sehingga di dapat desain bentuk baru.

2. Tahap Pembuatan Produk.
Berdasarkan metode serta alternatif-alternatif perancangan telah di buat beberapa rancangan desain bahan pakaian yang menggunakan bahan katun, sedangkan bahan pewarna yang di gunakan adalah zat warna indigosol dan Reaktif.

Alur proses sebagai berikut di tunjukkan pada Gambar di bawah ini.

Bentuk dasar seni hias etnis yang di aplikasikan pada produk batik mempunyai corak yang memenuhi persyaratan unsur-unsur desain.

Unsur-unsur desain yang memiliki kemudahan dalam penggabungan
dengan unsur motif lain, diversifikasi dari unsur yang sudah ada, serta memiliki kemudahan dalam memodifikasi desain tersebut menjadi bentuk baru yang berpadu pada irama variasi dan keserasian.

Sehingga secara teknis mudah di aplikasikan sebagai desain batik maupun penerapan tata warnanya.

Hasil pengembangan desain motif ragam hias Melayu yang telah di buat
terdapat sepuluh macam produk batik bahan pakaian yaitu motif Ayam Berlaga, motif Kuntum Bersanding, motif Bungo Matahari, motif Lancang Kuning, motif Encong Kerinci, motif Durian Pecah, motif Bungo Bintang, motif Bungo Pauh Kecil, Motif Riang-riang, motif Bungo Nagaro.

Hasil produk batik bahan pakaian dapat di lihat pada tabel 1 dan sekaligus menunjukkan hasil evaluasi dari tenaga ahli atau pemerhati desain batik.

Baca :  Teknik Batik Colet

Bentuk dasar seni hias etnis yang di aplikasikan pada produk batik mempunyai batik di wujudkan dengan memanfaatkan desain etnis Melayu, arah pengembangan di tekankan pada penguasaan teknologi proses pembuatan batik, komposisi warna, estetika, identitas, motivasi, ekonomi dan teknis.

Hasil pengembangan desain motif ragam hias melayu untuk produk batik, batik ini menunjukkan nilai estetika, identitas, inovasi, ekonomi dan teknis pada produk batik yang telah di buat.

Penggunaan ragam hias pada batik tidak hanya satu jenis motif ragam hias saja tetapi beberapa macam motif ragam hias di kombinasikan menjadi satu bentuk baru.

Unsur–unsur motif batik dibagi menjadi dua yaitu satu ornamen motif batik pokok di sebut ornamen pokok. Kedua ornamen pengisi, yang berfungsi untuk mengisi bidang ornamen pokok.

Isen motif batik untuk mengisi hiasan ornamen pokok yang berupa titik, garis, gabungan titik dan garis, beberapa bentuk ragam hias antara lain ragam hias geometris, ragam hias fauna dan flora, ragam hias manusia dan ragam hias kombinasi dengan beberapa macam ragam hias lain.

Batasan pengertian terhadap unsur yang di nilai adalah :

1. Estetika untuk menghasilkan desain yang artistik, desain yang dibuat harus mempunyai muatan estetika yang mencakup pemahaman terhadap budi dan daya unsur tradisi, tanggung jawab, selaras dan berdaya tarik.

2. Identitas: desain mudah di kenal, baik dari segi kegunaan maupun dari segi keberadaannya.

3. Inovasi: pengembangan desain harus bersifat baru dan memperkaya desain serta menciptakan pasar yang baru dan meningkatkan daya saing.

4. Ekonomi: Desain harus memiliki nilai-nilai ekonomi yaitu mudah di terjemahkan dengan bahasa teknis, efisien dan efektif.

5. Teknis: Desain secara teknis mudah di baca, di terjemahkan dan di pahami, peningkatan teknologi dan desain batik dalam upaya pengembangannya melalui bahasa, gambar dan pengamatan visual.

Baca :  Pengembangan Desain Batik Melayu

Kelayakan konsep perancangan dan teknik pembuatan produk batik di evaluasi melalui penilaian tenaga ahli, hasil dari penilaian konsep rancangan desain produk batik dengan memanfaatkan desain etnis Melayu yang paling baik dan layak adalah motif Durian Pecah.

Motif batik “Durian Pecah” sangat baik dalam hal Estetika, identitas yang mencirikan motif khas Melayu, terdapat inovasi tambahan motif, secara ekonomi komersialisasi berpotensial dan teknis pengerjaan mudah dan cepat.

Rancangan desain motif “Durian Pecah” telah memenuhi kriteria metode perancangan, di mana penciptaan desain harus sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan yang meliputi selera konsumen, persepsi atau image konsumen tentang budaya etnis Melayu pada umumnya, mempunyai karakter naturalis yang kuat dan mempunyai kandungan filosofi yang tinggi.

Sifat tersebut biasanya sangat di gemari konsumen barang kerajinan seperti batik, teknologi proses pembuatan produk batik menggunakan zat warna non karsinogenik yaitu zat warna indigosol dan reaktif, dengan penekanan pada teknologi akrab lingkungan,merupakan input yang menambah wawasan, yang perlu untuk di terapkan demi kemajuan industri batik.

Kegiatan pengembangan desain produk batik melalui perekayasaan desain etnis Melayu dapat meningkatkan pertumbuhan pasar dan produktivitas batik.

Hasil perancangan desain dengan pemanfaatan desain etnis Melayu menjadi obyek pengembangan layak untuk di produksi.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru