oleh

Mengenal Pola Sistem Aldrich Celana Pantolan

Salah satu dari sistem pola konstruksi celana yaitu Pola Sistem Aldrich, pola sistem Aldrich atau Winefred Aldrich merupakan seorang desainer dan Professor Teknologi Busana di Nottingham Trent University, Inggris. Pola Pantalon Sistem Aldrich memiliki perbedaan dengan sistem pola yang lainnya.

Dilihat dari cara pengambilan ukuran, ukuran yang digunakan dan teknik pembuatan pola, ukuran yang dibutuhkan pada pembuatan pola celana pantalon sistem Aldrich yaitu, lingkar pinggang, lingkar panggul, panjang kaki, tinggi duduk, lebar bawah celana.

Pada sistem pola lain, yaitu Pola Soekarno menggunakan panjang celana untuk menentukan panjang celana yang diukur dari batas pinggang sampai dengan mata kaki, kemudian ukuran lingkar pisak (Soekarno 2016:19). Ditinjau dari ukuran yang digunakan untuk pembuatan pola pantalon sistem Aldrich terdapat perbedaan ukuran yang digunakan pada sistem pola lainnya.

Perbedaan tersebut terdapat pada ukuran panjang kaki yang diukur dari bawah garis pisak sampai dengan mata kaki, gunanya untuk menentukan panjang celana, tinggi duduk, untuk menentukan ukuran pesak (Aldrich 2015:156). Dilihat dari pembuatan pola, pola pantalon sistem Aldrich tidak menggunakan kupnat depan.

Sistem pola ini berasal dari Inggris dan belum diketahui, apakah cocok untuk pria dewasa bertubuh ideal Indonesia, menurut riset ilmiah yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Universitas Gajah Mada pada tahun 2001 tinggi rata-rata orang Indonesia 160-170 cm.

Pada benua Eropa seperti Inggris dan Belanda tinggi ideal 178 cm, dari segi ukuran lingkar pinggang, diketahui rata-rata lingkar pinggang pria Inggris 94-101 cm berdasarkan hasil penelitian Jurnal of British Medical Association (JBMA) tahun 2012-2013.

Sedangkan lingkar pinggang rata-rata pria Indonesia adalah 78-80 cm (Soekarno, 2009:17). Menurut Aldrich (2015:5) ukuran rata-rata pria Inggris seperti : 1) lingkar dada 96-100 cm, 2) panjang punggung 43-44 cm, 3) lingkar leher 39-40 cm, sedangkan untuk ukuran rata-rata pria Indonesia seperti yang diungkapkan Soekarno (2009:17) diantaranya adalah :

Baca :  Pantalon Sistem Aldrich
  1. Lingkar dada 92-95 cm,
  2. Panjang punggung 40-41 cm, 3) lingkar leher 37-38 cm.

Dapat disimpulkan, setiap manusia memiliki bentuk, ukuran dan tinggi tubuh yang berbeda satu sama lain, ukuran tubuh pria Indonesia berbeda dengan ukuran tubuh orang Inggris, hal ini disebabkan karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah faktor bawaan dari keturunan, orang keturunan Inggris memiliki tubuh yang lebih besar daripada orang Indonesia.

Untuk mengetahui berat badan ideal harus menggunakan rumus yang sesuai, rumus yang digunakan untuk menentukan berat badan ideal menggunakan metode Brosca, seperti yang dikemukakan oleh Pierre Paul Brosca : Berat badan ideal (kg) = {tinggi badan (cm) – 100} – {[tinggi badan (cm) – 100] x 10%}. Bila berat badan <90% (kurus), > 10% (gemuk), >20% (obesitas).

Jadi dari rumus tersebut dapat diketahui, bahwasanya seseorang pria Indonesia yang memiliki tinggi badan 173 kg, berat badan 64 cm, maka berat badan ideal = 173 cm– 100 – (173 cm – 100) x 10% = 64 kg.

Untuk menyesuaikan pola perlu dilakukan fitting terlebih dahulu, menurut Hutton (1973:3) “Fitting adalah mengepas atau mencocokkan antara ukuran pola, kemudian try out pada bahan katun, mengepas pada badan sipemakai, mengevaluasi hasil try out, selanjutnya memperbaiki kesalahan dan kelemahan pola”.

Fitting dilakukan beberapa kali agar menghasilkan pola yang sesuai dan pas digunakan oleh pria dewasa bertubuh ideal Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru