oleh

Pecah Pola Busana Sesuai Desain

Busana wanita mempunyai desain yang beraneka ragam, karena beranekaragamannya desain pakaian wanita ini, sering kali kita kesulitan dalam melakukan pecah pola busananya, kali ini akan bahas tentang konsep dasar pecah pola serta beberapa contoh pecah pola rok, blus dan celana untuk beberapa desain dan kesempatan pemakaian.

Konsep Dasar Pecah Pola Busana Wanita

Busana wanita memerlukan teknik pecah pola yang lebih cermat di bandingkan pakaian pria dan anak-anak, pakaian wanita yang di buat hendaklah dapat menonjolkan sisi feminim dari wanita dan dapat menonjolkan kelebihan yang di milikinya, sehingga dalam berpenampilan terlihat cantik, rapi dan menarik.

Untuk itu dalam pembuatan pakaian perlu di lakukan pecah pola yang benar sesuai dengan desain dan bentuk tubuh sipemakai, agar pola yang di hasilkan sesuai dengan desain dan bentuk tubuh, maka terlebih dahulu perlu di lakukan analisa bentuk tubuh dan analisa desain.

Bentuk tubuh wanita secara umum ada 5 macam, yaitu ideal, kurus tinggi, gemuk tinggi, kurus pendek dan gemuk pendek, bentuk tubuh wanita yang baik tentunya adalah bentuk tubuh yang ideal, di mana terdapat keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan dan
mempunyai proporsi tubuh yang seimbang.

Desain pakaian yang di buat adakalanya terlihat indah karena di buat pada proporsi tubuh yang seimbang atau bentuk tubuh yang ideal, namun belum tentu desain yang sama cocok di pakai oleh orang yang bertubuh kurus atau gemuk, jadi dari analisa bentuk tubuh ini kita dapat menyesuaikan pola dengan bentuk tubuh sipemakai, dengan kata lain kekurangan bentuk tubuh dapat tertutupi dengan teknik pengembangan pola yang tepat, misalnya untuk bentuk tubuh yang gemuk, hendaklah hindari pakaian yang mengembang atau yang berkerut banyak seperti rok kerut atau rok kembang dan model lengan balon atau lonceng.

Baca :  Apa Itu Pleats Pada Celana Pria?

Jika menggunakan lengan balon atau lengan yang lebar pada ujung lengan, hendaklah pengembangannya di sesuaikan dengan bentuk tubuh gemuk tersebut artinya pengembangannya tidak terlalu lebar, selain analisa bentuk tubuh di atas di lakukan analisa desain.

Analisa desain pakaian di lakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Memperhatikan desain secara keseluruhan.
    Lihat gaya berdiri dari model, umumnya desain di gambarkan dengan gaya berdiri menghadap kedepan atau miring tiga per empat. Perbandingan letak bagian-bagian busana pada sikap berdiri model akan lebih memudahkan kita memahami desain pakaian yang akan di buat.
  2. Pahami gambar bagian-bagian busana pada desain.
    Gambar bagian-bagian busana yang di maksud merupakan garis-garis pakaian pada desain, misalnya garis leher, garis lingkar badan, garis pinggang, garis panggul, garis tengah muka dan tengah belakang, garis lingkar kerung lengan, garis besar lengan dan garis batas kup atau tinggi dada, garis-garis ini akan memudahkan kita untuk menganalisa bagian-bagian busana yang ada pada desain.
    a. Desain pakaian pada badan bagian atas.
    Desain pakaian pada badan bagian atas meliputi bentuk garis leher atau kerah, lengan, kantong, garis hias, kup dan belahan pakaian, letak garis leher dapat dilihat dengan membandingkan garis leher dasar dengan garis leher pada desain. Perkiraan ukuran inilah yang menjadi pedoman dalam merobah garis leher pada pakaian. Begitu juga dengan lengan dan badan, desain lengan apakah berbentuk lengan kop, lengan poff, lengan balon dan lain sebagainya. Khusus untuk bagian badan, kita harus memperhatikan letak kup apakah kup berada pada tempat biasa atau di salurkan ke tempat lain atau di hilangkan menjadi garis hias, hal ini penting karena kup merupakan bagian yang dapat menonjolkan sisi feminim wanita, perhatikan juga garis belahan pakaian untuk menghindari kesalahan dalam memberi tanda pola dan menggunting kain.
    b. Desain pakaian bagian bawah
    Pakaian bagian bawah dapat berupa rok atau celana, namun celana ataupun rok mempunyai desain yang bervariasi, terlebih dahulu pahami desain rok yang ada pada desain seperti desain rok, ukuran panjang rok, lebar rok, kembang rok (jika rok kembang) dan kerutan rok (jika rok di kerut). Begitu juga dengan desain celana, pahami desain celana, ukuran celana, lebar celana atau besar celana dan lain sebagainya.
  3. Pahami letak jatuh pakaian pada badan.
    Bahan atau kain yang cocok untuk sebuah desain dapat di lihat dari letak jatuh pakaian pada badan, hal ini dapat di amati pada bagian sisi atau bagian bawah pakaian, jika di lihat pada bagian sisi, bahan yang jatuhnya lurus ke bawah atau agak kaku dapat diperkirakan bahannya tebal dan kaku. Sebaliknya jika jatuh bahan mengikuti bentuk tubuh berani bahan yang di gunakan bahan yang tipis atau melangsai, begitu juga jika di lihat pada bagian bawah rok atau pakaian, bagian bawah rok yang terlihat agak bergelombang, maka bahan yang di gunakan tipis atau melangsai sebaliknya bagian bawah yang lurus dan terlihat agak kaku, berarti menggunakan bahan yang agak tebal dan kaku, agar dapat menganalisa bentuk tubuh dan model pakaian dengan baik dan benar di perlukan latihan yang banyak, sehingga memudahkan kita dalam membuat pecah pola busana yang sesuai dengan desain.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru