oleh

Pengertian Motif Bordir

Hampir semua keterampilan ragam hias perlu di dukung dengan yang namanya motif seperti pada batik, keramik dan porselin, begitu pula pada keterampilan seni bordir ini yang bahkan sangat dominan di perlukan.

Desain motif merupakan penentu nilai artisetik sebuah karya seni bordir, dengan motif, karya seni bordir akan mudah di kerjakan, seorang pengrajin akan bingung melakukan pekerjaannya, jika tidak di bekali dengan desain motif.

Tata letak dan susunan benang yang serasi juga di tentukan oleh motif, dengan kata lain, keindahan bordir tidak lepas dari motif, oleh karena itu, keterampilan seni bordir selalu di tuntut untuk aktual, orisinil dan inovatif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2012: 930), di jelaskan bahwa motif adalah pola, corak hiasan yang indah pada kain, bagian rumah dan sebagainya, kedudukan motif dalam membuat suatu hiasan sangat penting karena berbagai pertimbangan mengenai keindahan, nilai-nilai kebudayaan yang di anut.

Motif adalah bentuk dasar yang menjadi titik pangkal dalam penciptaan atau perwujudan ornamen yang indah, penerapan motif dalam benda yang di inginkan perlu mempertimbangkan segi bentuk dan keindahan.

Pengertian motif dalam konteks ini adalah pola atau corak yang di lukiskan di atas kain atau bahan yang akan di bordir, motif adalah desain yang di buat dari bagian-bagian bentuk, berbagai macam garis atau elemen-elemen, yang terkadang begitu kuat di pengaruhi oleh bentuk-bentuk stilasi alam benda, dengan gaya dan ciri khas tersendiri.

Motif bordir adalah suatu dasar atau pokok dari suatu dari suatu pola gambar yang merupakan pangkal atau pusat suatu rancangan gambar, sehingga makna dari tanda, simbol atau lambang di balik motif tersebut dapat di ungkap.

Baca :  Pengertian Bordir Dan Pola Hias

Motif merupakan susunan terkecil dari gambar atau kerangka gambar pada benda, motif terdiri atas unsur bentuk atau objek, skala atau proporsi dan komposisi.

Motif menjadi pangkalan atau pokok dari suatu pola, motif itu mengalami proses penyusunan dan di terapkan secara berulang-ulang sehingga di peroleh sebuah pola.

Pola itulah yang nantinya akan di terapkan pada benda lain yang nantinya akan menjadi ragam hias, mencipta gambar (motif) adalah pekerjaan menyusun, merangkai, dan memadukan bentuk-bentuk dasar motif, bentuk, berbagai garis, dan sebagainya, sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah bentuk gambar (motif) baru yang indah, serasi, bernilai seni serta orisinal.

Untuk dapat menghasilkan daya cipta yang memuaskan (baik), tidak terlepas dari kaitan “kaidah umum” dan “kaidah khusus”. Kaidah umum, yaitu syarat-syarat yang harus di mengerti, di ketahui, di pahami, di kuasai dan di lakukan sebelum mencipta gambar (motif), di antaranya adalah :

1. Harus mengetahui dan memahami alat-alat dan fungsi alat dalam pembuatan gambar (motif).

2. Harus mengetahui, memahami, merencana gambar (motif) secara teknis dan sistematis.

3. Harus melalukan berbagai latihan menggambar motif, selain kaidah umum, ada juga kaidah khusus, yaitu kaidah-kaidah yang harus di mengerti, di ketahui, di pahami, di kuasai dan di lakukan pada saat membuat dan mencipta gambar (motif), seperti :

a. Proporsi, yaitu kesesuaian ukuran antara kondisi luas atau sempitnya ruang gambar dengan besar-kecilnya bentuk gambar (motif) yang hendak di aplikasikan pada medium gambar.

b. Komposisi, yaitu kesesuaian susunan dari berbagai ukuran, macam dan bentuk dasar motif sehingga tercipta bentuk dan gambar (motif) yang tertata serasi, indah dan berseni.

c. Nilai seni (estetika), yaitu nilai-nilai yang mengandung keindahan, keserasian dan semacamnya dengan dukungan berbagai aspek (proporsi dan komposisi) yang terpancar dari sebuah karya seni (gambar motif) yang telah di cipta dan di tata sedemikian rupa.

Baca :  Pengaruh Seni Bordir Komputer Terhadap Masyarakat Pendukungnya

Dari definisi di atas, motif pada hakikatnya merupakan perwujudan tanggapan aktif manusia dalam penggunaan sistem pengetahuannya dalam beradaptasi dengan lingkungannya, yakni terbentuknya suatu motif pada kain yang akan di bordir yang merupakan hasil dari aktif tanggapan manusia yang memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber inspirasi untuk terbentuknya suatu motif sebagai hiasan.

Motif di samping berfungsi sebagai hiasan juga merupakan sumber informasi kebudayaan dalam wujud lambang-lambang yang mempunyai makna.

Motif yang di terapkan pada setiap benda kerajinan umumnya merupakan stilisasi dari bentuk-bentuk yang ada di sekitar alam, contohnya tumbuh-tumbuhan, binatang, awan, gunung dan sebagainya.

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru